Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) "Wiyata Jaya"
FORUM GURU JATILAWANG
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
PERINGATAN HUT KE 68 PGRI
Senin, 06 Maret 2017
Rabu, 17 September 2014
GURU ABAD 21
Pendidikan pada masa sekarang tidak hanya sekedar mentrasfer ilmu pengetahuan yang bersumber dari buku pokok yang kita terima dari pemerintah saja.Apabila kita hanya terpaku pada ketentuan sebagaimana yang kita terima maka yang terjadi kita sebagai pendidik akan ketinggalan informasi bahkan lebih tragis kita kalah informasi dengan anak didik kita. Oleh karena itu kita sudah seharusnya selalu berusaha mencari referensi dan informasi terkait dengan apa yang akan kita ajarkan kepada mereka. Salah satu cara untuk memenuhi harapan itu adalah kita tidak gagap teknologi informasi. Media informasi yang dianggap memadai untuk memenuhi harapan itu adalah internet.
Sebelum kita kita memberikan informasi dan pengetahuan kepada siswa kita mesti tahu cara menjalankan media online tersebut. Untuk kepentingan tersebut Telkom Purwokerto menyelenggarakan pelatihan bagi guru dan atau kepala sekolah yang diselenggarakan di Aula Telkom Purwokerto pada tanggal 16 s.d. 17 September 2014 (UPK Jatilawang).
![]() |
| Fasilitas Pelatihan dari Telkom Purwokerto |
Peserta pelatihan setelah dua hari melaksanakan kegiatan diakhiri berfoto bersama.
“Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik masa depan.” (Mario Teguh)
Selasa, 16 September 2014
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOALH SEBAGAI
SEORANG SUPERVISOR DALAM PENGAWASAN KINERJA GURU PENDIDIKAN
AGAMA ISALAM
A. Kepemimpinan
Kepala Sekolah
1. Pengertian
Kepemimpinan
Kepala Sekolah sebagai pemimpin
pendidikan, di lihat dari status dan cara pengangkatan tergolong pemimpin
resmi, formal leader, atau status leader. Status leader bisa meningkat menjadi functional
leader. Tergantung dari prestasi dan kemampuan didalam memainkan peranannya
sebagai pemimpin pendidikan sebagai sekolah yang telah diserahkan
pertanggungjawaban kepadanya.
Istilah kepemimpinan pendidikan
mengandung dua pengertian dimana kata “pendidikan” menerangkan dalam lapangan
apa dan dimana kepemimpinan itu berlangsung, dan sekaligus menjadi sifat dan
ciri-ciri bagaimana yang harus dimilki pemimpin itu. Menurut Hadari Nawawi:
kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan, memberikan motivasi dan
mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah
pada pencapaian tujaun (1993:81).
Kepala sekolah sebagai orang yang terpandang dilingkunag masyarakat sekolah. Ia sebagi pusat teladan bagi warga sekolah dan warga masyarakat di sekitar sekolah, karena itu ia kepala sekolah wajib melaksanakan petunjuk tentang usaha peningkatan ketahanan sekolah. Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggungjawab sebagi pemimpin dibidang pengajaran dan pengembangan kurikulum, administrasi personalia, administrasi personalia staf, hubungan masyarakat, “school Plant” dan perlengkapan organisasi di sekolah (W. Soemanto dan Hendiyat; 1982:38). Kepala sekolah dapat menerima tanggungjawab tersebut namun ia belum tentu mengerti dengan jelas bagaimana ia dapat menyumbang kearah perbaikan program pengajaran.
Kepala sekolah sebagai orang yang terpandang dilingkunag masyarakat sekolah. Ia sebagi pusat teladan bagi warga sekolah dan warga masyarakat di sekitar sekolah, karena itu ia kepala sekolah wajib melaksanakan petunjuk tentang usaha peningkatan ketahanan sekolah. Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggungjawab sebagi pemimpin dibidang pengajaran dan pengembangan kurikulum, administrasi personalia, administrasi personalia staf, hubungan masyarakat, “school Plant” dan perlengkapan organisasi di sekolah (W. Soemanto dan Hendiyat; 1982:38). Kepala sekolah dapat menerima tanggungjawab tersebut namun ia belum tentu mengerti dengan jelas bagaimana ia dapat menyumbang kearah perbaikan program pengajaran.
2. Tipe
Kepemimpinan
Dalam
upaya menggerakkan dan memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan
yang terarah pada pencapaian tujuan, seorang pemimpin melakukan dalam beberapa
cara. Cara yang ia lakuakn merupakan pencerminan sikap serta gambaran tentang
tipe (bentuk) kepemimpinan yang dijalankannya. Adapun gaya atau tipe kepemimpinan
yang pokok atau juga disebut ekstrem ada tiga tipe atau bentuk kepemimpinan
yaitu:
a. Kepemimpinan
Otoriter
Kepemimpinan otoriter adalah kepemimpinan yang bertindak
sebagai diktor terhadap anggota-anggota kelompoknya. Baginya memimpin adalah
menggerakkan dan memaksa kelompok. Apa yang diperintahnya harus dilaksanakan
secara utuh, ia bertindak sebagai penguasa dan tidak dapat dibantah sehingga
orang lain harus tunduk kepada kekuasaanya. Ia menggunakan ancaman dan hukuman
untuk menegakkan kepemimpinannya. Kepemimpian otoriter hanya akan menyebabkan
ketidakpuasan dikalangan guru.
b. Kepemimpinan
Laissez Faire
Bentuk kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari
kepemimpinan otoriter. Yang mana kepemimpinan laissez faire menitik beratkan
kepada kebebasan bawahan untuk melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Pemimpin lasses faire banyak memberikan kebebasan kepada personil untuk
menentukan sendiri kebijaksanaan dalam melaksanakan tugas, tidak ada pengawasan
dan sedikit sekali memberikan pengarahan kepada personilnya.
Kepemimpinan Laissez Faire tidak dapat diterapkan secara
resmi di lembaga pendidikan, kepemimpinan laissez faire dapat mengakibatkan
kegiatan yang dilakuakn tidak terarah, perwujudan kerja simpang siur, wewenang
dan tanggungjawab tidak jelas, yang akhirnya apa yang menjadi tujuan pendidikan
tidak tercapai.
c. Kepemimpinan
Demokratis
Bentuk kepemimpinan demokratis menempatkan manusia atau
personilnya sebagai factor utama dan terpenting. Hubungan antara pemimpin dan
orang-orang yang dipimpin atau bawahannya diwujudkan dalam bentuk human
relationship atas dasar prinsip saling harga-menghargai dan hormat-menghormati.
Dalam melaksanakan tugasnya, pemimpin demokratis mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya, juga kritik-kritik yang membangun dari anggota diterimanya sebagai umpan balik atau dijadikan bahan pertimbangan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya. Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis, terarah yang berusaha memanfaatkan setiap personil untuk kemajuan dan perkembangan organisasi pendidikan.
Dalam melaksanakan tugasnya, pemimpin demokratis mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya, juga kritik-kritik yang membangun dari anggota diterimanya sebagai umpan balik atau dijadikan bahan pertimbangan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya. Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis, terarah yang berusaha memanfaatkan setiap personil untuk kemajuan dan perkembangan organisasi pendidikan.
d. Fungsi
Kepemimpinan Pendidikan
Kependidikan adalah proses menggerakkan, mempengaruhi,
memberikan motivasi dan mengarahkan orang-orang dilembaga pendidikan untuk
mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk mewujudkan tugas
tersebut seorang pemimpin harus mampu bekerjasama dengan orang yang
dipimpinnya. Seorang pemimpin harus tahu fungsi dan peranannya sebagai
pemimpin. Adapun fungsi kepemimpinan pendidikan menurut Soekarto Indrafachrudi
(1993:33) adalah pada dasarnya dapat dibagai menjadi dua yaitu:
a) Fungsi
yang bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai
·
Pemimpin berfungsi memikirkan dan
merumuskan dengan teliti tujuan kelompok serta menjelaskan supaya anggota dapat
berkerjasama mencapai tujuan itu.
·
Pemimpin berfungsi memberi dorongan
kepada anggota-anggota kelompok untuk menganalisis situasi supaya dapat
dirumuskan rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik.
· Pemimpin berfungsi membantu anggota
kelompok dalam memberikan keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan
pertimbangan yang sehat.
· Pemimpin berfungsi menggunakan
kesempatan dan minat khusus anggota kelompok.
b) Fungsi
yang bertalian dengan suasana pekerjaan yang sehat dan
menyenangkan
· Pemimpin berfungsi memupuk dan memelihara
kebersamaan di dalam kelompok.
· Pemimpin berfungsi mengusahakan
suatu tempat bekerja yang menyenangkan, sehingga dapat dipupuk kegembiraan dan
semangat bekerja dalam pelaksanaan tugas.
·
Pemimpin dapat menanamkan dan
memupuk perasaan para anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan
bagian dari kelompok.
3. Syarat-Syarat
Kepemimpinan Pendidikan Mengenai syarat-syarat kepemimpinan, Tead (1935:31-34)
dalam (Soekarna Indrafachrudin) bahwa syarat kepemimpinan pendidikan adalah:
a. Memiliki
kesehatan jasmaniah dan rohaniah yang baik.
b. Berpegang
teguh pada tujuan yang hendak dicapai.
c. Bersemangat
d. Jujur
e. Cakap
dalam memberi bimbingan
f. Cepat
serta bijaksana dalam mengambil keputusan
g. Cerdas
h. Cakap
dalam hal mengajar dan menaruh kepercayaan kepada yang baik dan berusaha
mencapainya
Langganan:
Komentar (Atom)

